Kita bersyukur dan berterima kasih .bahwasannya Kab Ketapang selalu kondusif yakni aman tertib dan damai. Untuk itu situasi dan kondisi aman dan damai ini harus senantiasa dipelihara dan dijaga dengan baik.Peran semua pihak mulai dari unsur keamanan, pemuka masyarakat, tokoh adat an tokoh agama sangat berperan tenting. Termasuk kelompok masyarakat dalam Cinta Damai seperti ini. Kalau kita tidak aman maka sulit sekali untuk menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kegiatan masyarakat. Setelah selesai ritual mengubas Tanah air atau tolak balak ini ini supauya  kembali bekerja ditengah tengah masyarakat. Jangan terpengaruh dengan issu issu yang tidak jelas kebenarannya.Mari kita bersatu menuju masyarakat maju dan sejahtera, Imbau Martin Rantan

Akhirnya ia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Panitia penyelenggara Ritual Mengubas Tanah Arai atau Tolak Balak termasuk didalamnya Kelompokmasyarakat yang menamakan dirinya Kelompok Gerakan Masyarakat Cinta Damai dan anti Radikalisme. Kelompok kelompok tersebut umumnya dari pemuda Dayak, dan Melayu. Pemuda Dayak melalui orasinya  yakni Lumintus Dewa dan Pemuda melalyu A Razak  mendukung penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan dipimpin oleh Bupati Martin Rantan danwakil Bupati  Suprapto.S. Menurut mereka Keamananan kabupaten Ketapang Harga Mati
Hadir dalam kesempatan tersebut juga Wakapolres Ketapang Kompol Reza Simanjuntak , dari pihak Kodim dan sejumlah undangan lainnya.