Banco Stand Luar Biasa
 
Ketapang, 14 Juli 2017      Setelah absten beberapa tahun tidak mengikuti pameran pembangunan termasuk Ketapang Ekpo, Kini  Kumunitas masyarakat Kelurahan Banjar yang sejak dulu menamakan dirinya "  Banco " ( Banjar Complek-red) kembali ikut tampil dengan mengusung Pelestarian peradaban leluhur dan sejarah budaya Ketapang. Kehadirannya pada Ketapang Ekpo 2017 ini sungguh sangat mengejutkan dan menarik sejumlah pengunjung termasuk mendapatkan apresiasi luar biasa dari Bupati Ketapang Martin Rantan SH saat berkunjung ke stand pameran Banco, Kamis 13/7/2017 
 
".Kehadiran Banjar Complek menambah nuansa baru dalam pelestarian warisan leluhur dan sejarah peradaban masyarakat kabupaten Ketapang." Luar Biasa bahwa Banjar complek atau Banco dapat mewariskan leluhur , teruslah berusaha untuk menjadi mitra Pemerintah dalam pembangunan dibidang sejarah dan budaya " Kata Martin Rantan Bupati Ketapang 
 
Masih menurutnya , Beragam wujud dalam Melestarikan warisan budaya dan sejarah bangsa Indonesia khususnya Ketapang memberi kita kesempatan untuk mengenal dan mempelajari kearifan lokal .Masalahnya kearifan lokal seringkali dan cenderung diabaikan dan tidak ada relevansinya dengan masa sekarang dan yang akan datang. Dampaknya adalah banyak warisan budaya yang lapuk dimakan usia terabaikan, terlantarkan bahkan dilecehkan keberadaannya. " Kita sendiri bangsa Indonesia yang kaya dengan warisan budaya justru mengabaikan asset yang tidak ternilai harganya ini . Sungguh menyedihkan dan menjadi kondisi yang kontradiktif ditengah masyarakat kita sekarang .. Beruntung ada kelompok masyarakat yang turut melestarikan warisan budaya seperti Banco " ujar Bupati Martin
 
Sementara itu menurut Effendi Kehadiran Banco dalam ajang Ketapang Ekpo 2017 terinpirasi kejayaan masa lalu yang ketika tampil di ajang pameran pembangunan sering ikut serta dan sering pula mendapatkan juara terbaik  . Baik di Tingkat Kabupaten Ketapanmg maupun di tingkat Propinsi Kalbar. " Makanya kami ikut kembali setelah beberapa tahun absten , keikut sertaan dalam ekpo ini pun sekaligus merupakan penyegaran kembali komunitas Banco.sebab selama ini terkesan bersifat statis .Dan sangat disayangkan jika pada ivent bergengsi ini Banco tidak ikut. padahal potensinya masih memungkinkan tampil . Makanya sejak pengumuman dimulainya Ketapang Expo, pengurus dan anggota Banco langsung resdponsif dan memulai membangun Stand pameran sekaligus penyiapan materei yang akan ditampilkan  " Tutur Effendi
 
Dikatakannya, Kita sebagai  pelestari warisan sejarah budaya masa lalu dan kejayaan bangsa sendiri mati matian melestarikannya hingga kepada kita saat ini.Melestariakan bearti merawat sesuatu yang telah lama  . Pelestarian tidak akan bertahan lama jika tidak melibatkan banyak pihak dan harus didukung pihak terkait. Bersyukurlah, dengan hadirnya pihak pelestari warisan leluhur dan kearifan lokal seperti Banco mendapatkan  apresiasi positif berupa penilaian luar biasa dari Bupati Ketapang Martin Rantan  . Pada prinsifnya kami Banco siap menjadi mitra pemerintah dalam pelestarian sejarah dan kearifan lokal..Tegas Effendi
 
Menurutnya .Stand Banco dalam Ekpo 2017 menampilkan sejarah masa lalu yang dimulai dari surat kepindahan Penggawa H ABBAS untuk membangun  kawasan pemukiman baru dari kerajaan Matan 4 Tanjungpura ke Matan 5 Mulia Kerta .Dalam jabatannya , Penggawa H Abbas mengawasi peraian laut dan muara serta alur sungai dalam wilayah kerajaan Matan 5 . Rumah jabatan Penggawa H Abbas yang dibangun di kawasan teluk Kampoeng Banjar dinilai sangat strategis utk mengawasi perairan. dari serangan  para perompak bajak laut yang akan membajak kapal kapal dagang masuk pusat pemerintahan kerajaan Matan 
 
Disamping itu kata Effendi .Banyak juga penginggalan Penggawa H Abbas yang menunjang tinggi tugas jabatan diemban turut ditampilkan. Seperti  Tiang dan tongkat rumah asli Penggawa H Abbas dg panjang tiang 4 meter berdiameter 30 cm berusia ratusan tahun berdirim kokoh jadi tiang pengangga utama Stand Banco..Di depan tiang tersebut digantung  Lampu karbit navigasi skunyer warna merah Skunyer atau perahu layar miliknya  pelayaran H Abbas yang terbuat dari kuningan made in Amsterdam tertulis dalam peneng kuningan tahun 1843 dipajang di stand beranda depan. Dibawahnya ada Ketawaq atau Gong sebagai media pemberitahuan akan datangnya perahu layar atau skunyer dan atau kapal luar masuk van Matan . 
Demikian juga ditampilkan aneka Piranti saji kelengkapan makan minum warga Kampoeng Banjar masa lalu ,baik yang terbut dari kuningan, perak hingga dibuat dari tanah liat  . Seperti bahan kuningan yakni Dulang, Talam berkai, Bokor, Cetakan juadah dan lain lain perabotan rumah tangga  . Disasmping itu ditampilkan juyga sejarah masa lalu berupa poto Warga Banjar tempoe doeloe waktu memperingati Kemerdekaan RI yang pertama 17 Agustus 1946 , poto pegawai Eks Pemerintahan swapara van Matan. Ditampilkan juga Juadah atau kuliner tradisonil , kerajaninan anyam anyaman dan kegiatan legiatan l;ain yang menunjang pembangunan di Kab Ketapang seperti keikut sertaan dalam hal pelestarian sejarah, adat istiadat dan seni  budaya hinga ke pengembangan pariwisata daerah.
Untuk menarik pengunjung lainnya di halaman depan stand ditampilkan Jeep Willys tahun 1952 yang jadi ajang selfi poto pengunjung utamanya kaum ABG dan anak anak
yang jarang bahkan tidak pernah menyaksikan langsung mobil jeep Willys bersejarah seperti ini . Terang Fendi panggilan akrabnya