Tekanan Udara

Rata-rata tekanan udara di wilayah Kabupaten Ketapang sepanjang tahun 2009 relatif konstan yaitu pada kisaran 1010,3 milibar. Dimana tekanan udara minimum sebesar 1005 milibar dan tekanan maksimum sebesar 1015 milibar
Kondisi iklim seperti intensitas curah hujan dan kecepatan angin besar pengaruhnya terhadap kelancaran arus transportasi dan keluar masuknya arus barang dan jasadari dan ke Kabupaten Ketapang, karena sarana transportasi utama dengan wilayah luas Kabupaten Ketapang adalah masih bergantung pada sarana transportasi laut dan udara.
Kemudian perubahan ilim secara umum tentunya besar pengaruhnya terhadap pola tanam dan hasil?hasil produksi pertanian. Diduga perubahan iklim dewasa ini yang mempengaruhi penurunan produksi beserta komoditi pertanian di Kabupaten Ketapang.

Kecepatan angin
Rata-rata kecepatan angin di wilayah Kabupaten Ketapang pada tahun 2009 adalah sebesar 5,4 Knot. Terlihat cenderung mengalami kenaikan kecepatan angin dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Rata?rata kecepatan angin tertinggi terjadi pada bulan September yaitu sebesar 6,8 Knot, dan terendah pada bulan Mei yaitu sebesar 4,2 Knot, dengan kecepatan angin terbesar pada skala 10?20 Knot sepanjang tahun 2009

Curah Hujan
Curah hujan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Pada tahun 2009 rata-rata curah hujan di Kabupaten Ketapang lebih tinggi intensitasnya bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 301,2 mm dengan jumlah hari hujan rata-rata sekitar 13,8 hari per bulan.
Curah hujan pada tahun 2009 termasuk yang paling tinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, namun jumlah rata-rata hari hujan relatif lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa intensitas curah hujan pada tahun 2009 relaf lebih lebat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya selama lima tahun terakhir. Intensitas curah hujan dan jumlah hari hujan di Kabupaten Ketapang relatif berfluktuasi. Kenaikan intensitas terjadi antara bulan Maret-April dan September-Oktober, sedangkan penurunan intensitas terjadi antara bulan Januari-Februari dan April-Juli
Adanya perubahan iklim global pada beberapa tahun terakhir juga memberi dampak langsung terhadap perubahan iklim di Kabupaten Ketapang. Hal ini terlihat dengan adanya pergeseran pola curah hujan dan hari hujan bila cermati keterbandingannya antar waktu dari tahun ke tahun.

Kelebaban Udara
Pada Stasiun Meteorologi yang sama, rata-rata kelembaban nisbi/ kelembaban udara pada tahun 2009 tercatat sekitar 83,2 persen. Kelembaban udara ini relatif lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Adapun kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan November yaitu sekitar 87,0 persen, dan kelembaban udara terendah tercatat pada bulan Agusutus yaitu sekitar 79,7 persen

Keadaan Iklim
Secara Geografis wilayah dekat dengan garis Katulistiwa maka temperatur udara tergolong tinggi. Menurut catatan Stasiun Meteorologi Rahadi Osman Ketapang pada tahun 2009 temperatur udara rata-rata berkisar 27,3 0C. Suhu terendah tercatat pada bulan Januari dan November yaitu berkisar 26,9 0C dan suhu tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu berkisar 27,7 0C. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, temperatur udara pada tahun 2009 secara rata-rata relatif tidak mengalami banyak perubahan.