Wakil Bupati Ketapang Imbau OPD & Masyarakat Jauhi Narkoba

MASYARAKAT mengenal obat-obatan terlarang sebagai narkoba yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya. Bahaya dan penyalahgunaan obat-obat terlarang menjadi ancaman serius. Peredaran narkoba juga merambah sampai pelosok kecamatan dan desa.

Dari data kepolisian yang dipublikasikan di media, kasus Narkoba di Kabupaten Ketapang, dari tahun 2018 ke 2019 mengalami peningkatan. Tahun 2019 ditangani 81 kasus, atau terjadi peningkatan sebanyak 19 persen atau meningkat 18 kasus bila dibandingkan pada tahun 2018 hanya 63 kasus. Dalam konferensi pers Polres Ketapang pada 31 Desember 2019 terungkap total jumlah tersangka sebanyak 103 orang yang terdiri dari 86 orang laki laki dan 17 orang perempuan.

Pentingnya masyarakat dan OPD (organisasi perangkat daerah) mengetahui bahaya narkoba ini diingatkan Wakil Bupati Ketapang, Drs H. Suprapto Sutrisno pada ulang tahun ke 2 DPD Lembaga Anti Narkoba (LAN) Ketapang, Minggu (12 Januari 2020) pagi di halaman Kantor Bupati Ketapang.

Dalam peringatan HUT DPD LAN Ketapang yang dilakukan senam zumba bersama masyarakat, Wakil Bupati Ketapang menyampaikan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba termasuk zat adiktif lainnya akan berdampak negatif pada kesehatan. Narkoba akan merusak serta mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan.Dampak, bahaya dan korban narkotika dari tahun ketahun semakin meningkat. “Bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda serta memerlukan penanganan yang cukup serius,” kata Wakil Bupati Ketapang.

Ia menjelaskan, mengkonsums narkoba berdampak buruk bagi kesehatan. Narkoba menyerang saraf otak dan berakibat otak menjadi tumpul, kemampuan berfikir menjadi lemah sehingga dapat merusak masa depan. Wakil Bupati Ketapang berharap lembaga anti narkoba bisa berkontribusi serta bekerjasama dengan para pelajar dan generasi muda dalam upaya pencegahan penggunaan narkoba dan menjadi lebih paham akan bahaya yang ditimbulkan dari narkoba tersebut. “Supaya nantinya tidak ada satupun pelajar dan para generasi pemuda yang terjerumus dalam narkoba,” kata Wakil Bupati Ketapang

Menurut Wakil Bupati Ketapang, remaja dan generasi muda adalah bagian dari masyarakat yang merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, peran orang tua bersama-sama dengan pemerintah serta unsur masyarakat lainnya strategis melakukan aksi kegiatan yang berskala lokal maupun nasional dalam rangka memerangi kejahatan serta menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang Wakil Bupati Ketapang mengajak kepada seluruh stakeholder dan seluruh OPD terkait yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk menggerakkan para staf untuk menjauhi narkoba.

Wakil Bupati Ketapang, Drs H.Suprapto S, hadir pada HUT ke 2, DPD LAN Ketapang..(ist. By Darnain)

Dari website BNN.go.id diketahui:

JENIS-JENIS NARKOBA
Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

*Narkotika Golongan 1
Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

*Narkotika Golongan 2
Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

* Narkotika Golongan 3
Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

* Narkotika Jenis Sintetis
Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

* Narkotika Jenis Semi Sintetis
Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

*Narkotika Jenis Alami
Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

BAHAYA DAMPAK NARKOBA PADA HIDUP DAN KESEHATAN
Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

*Dehidrasi
Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

*Halusinasi
Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

*Menurunnya Tingkat Kesadaran
Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

*Kematian
Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

*Gangguan Kualitas Hidup
Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.@