Terbentuk Forum HL.Juring Bersatu, Tekad Bersama Cintai Alam Tetap Lestari


DIDORONG keinginan melindungi keberadaan Hutan Lindung Gunung Juring, maka dibentuk Forum HL Juring Bersatu. Forum HL Juring Bersatu terlahir dari keinginan bersama antara tokoh masyarakat dan lintas desa di Kecamatan Simpang Dua.Informasi dari Hendra Gunawan dari Tropenbos Indonesia menjelaskan Gunung Juring dapat dijangkau melalui  jalan kaki dengan jarak tempuh dari Dusun Banjur dengan jarak 7,35 km. Pada tempat ini terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 272 meter di atas permukaan laut (DPL). Rencana Kegiatan  forum Juring diagendakan oleh masing-masing kepala desa bersama KPH Utara untuk  mencintai dan menjaga alam agar tetap lestari. Karena Pulau  Kalimantan adalah salah satu paru-paru dunia. Forum HL Gunung Juring meupakan bentuk dukungan kepada alam dalam pembangunan hijau berkelanjutan terus digalakkan. Salah satunya, menunjang  potensi air bersih sebagai peluang ekonomi yang digenjot dari sektor wisata alam  di Ketapang, Kalimantan Barat. Potensi ini belum tergarap secara maksimal.  Karena itu, Tropenbos Indonesia mendorong sosialisasi dan pembentukan Forum Juring Bersatu Kecamatan Simpang Dua. Sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2019 di Kantor Desa Gema Kecamatan Simpang Dua. Keanggotaan yang hadir dalam kesempatan berasal  dari perwakilan 4 desa (yaitu, Desa Gema, Mekaraya, Batudaya dan Kamora). Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari kegaitan sebelumnya yang sudah dilaksanakan pada awal bulan Desember sebagai rencana kegiatan yang akan dilakukan di landscape Simpang Dua. Tujuannya, untuk mengetahui berbagai program yang dilaksanakan oleh desa-desa yang ada di sekitar Hutan Lindung Juring sekaligus Issue 2020 yang dikembangkan dalam diskusi sebagai issue yang penting dalam menyikapi kondisi pembangunan yang berkelanjutan dilakukan dalam FGD. Adapun issue yang menjadi target kedepan yang pelaksanaan didorong kegiatan masuk dalam kerangka program desa yang berorientasi kepada infrastructure, Konservasi Desa, Pemasaran Hasil, Karet, Sawit, Merica/sahang, Kopi. Demikian juga,  Kelembagaan Desa diantaranya, BUMDes, Pokdarwis; PLTMH, kegiatan pemetaan partisipatif, identifikasi kegiatan HCV, potensi perhutanan social, kearifan local yang masih dipelihara oleh masyarakat desa.Beberapa kegiatan yang diusulkan  F orum tidak mungkin bisa dicapai dalam satu tahun berjalan. Karena memiliki tingkatan tantangan sesuai kemampuan pemerintah dan donor. Tentu, hal ini dilihat dari jenis usulan misalnya infrastruktur jalan, PLTMH , dan HCV. Namun pengusulan yang bersifat hutan social, pemetaan dan kelembagaan dimungkinkan akan bisa berjalan pelaksanaan dalam jangka waktu pendek dan menengah menggunakan dana desa maupun dana sumbangan NGO. Tujuannya juga guna  mendukung system identifikasi dan pengkajian sarana dan prasarana yang akan dibangun oleh dana desa dan lintas desa. Dalam kesempatan tersebut, diperoleh beberapa hasil strategy dengan cara mengumpulkan pendapat para pihak melalui metode penggalian gagasan program dalam musyawarah Forum Juring Bersatu. Pelaksanaan diskusi ini dilakukan dengan pembagian topik dalam issue setiap divisi yang dikoordinir oleh masing-masing kepala desa sebagai anggota Forum Juring Bersatu sebagai perencana dalam wadah forum untuk pengembangan pembangunan di desa masing masing. Hasil akhir kegiatan ini menghasilkan matrix program dengan point penting, diantaranya:1. Rencana Desa Mekar Raya sudah mencairkan dana Desa untuk melakukan pemetaan Partisipatif, sehingga untuk bulan Januari tahun 2020, sudah bisa dilakukan pelatihan Pemetaan Partisipatif sekaligus melakukan pengambilan titik GPS dilapangan. Namun untuk Desa Gema, Kemora, dan Batu Daya belum menyiapkan dana untuk melakukan pemetaan partisipatif, sehingga ada kemungkinan bahwa yang akan dilaksanakan pelatihan peningkatan Kapasitas Pemetaan secara bersamaan di Desa Mekar Raya. Namun kedepanya pengambilan titik GPS di Masing-masing Desa menunggu Dana Desa Cair . 2. Kepala Desa dalam forum Juring Bersatu sepakat , bahwa semua rencana aksi dalam matriks akan dimasukan dalam dokumen RKP desa , bahkan desa gema dan mekaraya sudah 60 % sama dengan rencana Forum.  Untuk itu, misalnya Rencana Aksi Infrastruktur Pembangunan Jalan antara Kamora dan Batu Daya, diharapkan keempat Desa bisa kompak dalam mendorong akses antara desa. @
(Press Realease TI Field staff)