Cap Go Meh, Ribuan Warga Saksikan Pawai Lampion


PERAYAAN Cap Go Meh 2551/2020 di Kota Ketapang dimulai dari Sabtu (8 Februari 2020) pagi, dengan ritual di Klenteng Tua Pek Kong. Setelah ritual di Klenteng Tua Pek Kong dilanjutkan dengan keliling Kota Ketapang mengikuti rute yang sudah ditentukan. Kemudian kegiatan berlanjut dengan pawai lampion pada malam Minggu yang dihadiri Forkopimda Ketapang. Pawai lampion yang dilakukan panitia pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh, resmi dilepas Bupati Ketapang.

Pengibaran bendera tanda pawai dilaksanakan dilakukan Ny. Elisabet Betty Martin bersama Ny. Suwarni Suprapto. Pawai lampion yang biasanya hanya berlangsung setahun sekali ini sontak menjadikan Kota Ketapang padat. Mulai dari menelusuri  Jalan Merdeka menuju Tugu Tolak Bala, jalan Dr. Suharso, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Urip Sumoharjo Jalan  Jend. Sudirman, Jalan MT. Haryono, Jalan Merdeka dan kembali lagi Kelenteng Tua Pek Kong.Arak-arakan replika naga, barongsai, dan rombongan pawai lampion yang melintas di jalan ini, sebagian ruas jalan ditutup. Penutupan ruas jalan menjadi beberapa titik macet, sehingga pengguna jalan mencari jalan alternatif e untuk mencapai lokasi tujuan. Lalu lintas menjadi ramai, hilir mudik warga baik pengguna jalan maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan pawai setahun sekali ini memadati sisi kiri dan kanan jalan menonton arak arakan reflika naga. Umumnya mereka yang menyaksikan arakan naga dan pawai lampion ini membawa anak anak kecil.

Petugas lalu lintas, dinas perhubungan dan ormas tampak sibuk mengatur lalu lintas, bersama TNI, Polri dan Pol PP yang melakukan pengamanan.Bupati Ketapang dalam sambutan tertulis yang dibacakannya saat melepas pawai lampion mengatakan  perayaan budaya  Imlek dan Cap Go Meh  hendaknya dijadikan pemersatu dan perekat kerukunan semua etnis. Perayaan  Imlek dan Cap Go Meh bukan hanya upacara keagamaan,  tapi kegiatan  kebudayaan. Pemkab Ketapang menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan budaya Tionghoa ini. “Terima kasih kepada warga Tionghoa yang telah melestarikan adat budaya leluhurnya ini, termasuklah melibatkan partisipasi berbagai suku dalam malam pawai budaya Cap Go Meh, ini menunjukan adanya Keberagaman suku masyarakat ketapang bersatu padu membaur dalam membangun kabupaten Ketapang khususnya  dibidang kebudayaan,” kata Bupati Ketapang Peringatan Cap Go Meh , pada tahun mendatang supaya  lebih ditingkatkan  dan perlu dukungan banyak pihak. Kegiatan seperti ini bisa mendukung pengembangan kepariwisataan di Ketapang.@