Kru Konten Creator Youtube “Ketapang Tv”, Diskusi Dengan Diskominfo Ketapang

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ketapang, Senin (22 Juni 2020) siang menerima kunjungan media “KetapangTv”. Kelompok yang sedang giatnya membuat film untuk mengisi laman youtube tersebut berdiskusi dengan jajaran dinas Komunikasi dan Informatika Ketapang. Pertemuan berlangsung di ruang Plt Kadis Kominfo Ketapang. Yang dihadiri Plt Kadis Kominfo Ketapang, Drs Nugroho Widyo Sistanto M.Si didampingi Sekretaris Dinas Kominfo Ketapang, Soviar SH, MH bersama pejabat structural Dinas Kominfo Ketapang.

Menurut Moch.Saufi yang menjadi koordinator kelompok conten creator “KetapangTv” ini menjelaskan bahwa saat ini teknologi sudah berkembang cukup pesat. Pesatnya perkembangan teknologi, maka informasi menjadi kebutuhan masyarakat juga mesti dikemas dengan cara yang menarik. Tidak hanya dalam bentuk tulisan, tetapi juga dikemas dalam bentuk video. Melalui media social, salah satunya laman Youtube, maka masyarakat bisa melihat bagaimana perkembangan Kabupaten Ketapang dari waktu ke waktu. Tidak hanya kegiatan pemerintah daerah, tetapi juga hiburan budaya dan lain sebagainya.

Peluang berkembangnya teknologi ini, sudah dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna teknologi. Mereka melihat potensi sumber daya mansyarakat Ketapang juga cukup banyak mendukung dengan adanya lulusan lusan sekolah ilmu computer. Potensi ini harus dimanfaatkan, sehingga bisa menjadikan potensi dan budaya Ketapang terangkat dan dikenal di mancanegara.Inilah yang menjadi maksud mereka berkreatifitas melalui teknologi untuk mempromosikan potensi yang ada di Ketapang di laman youtube dan media social lainnya. Dari diskusi ini diharapkan menjadi sebuah pencerahan dan menentukan program dan langkah selanjutnya, termasuk juga peluang jika dilakukan kerjasama.Biasanya kru conten creator ini mengusung tagar #JuDiHel, #KetapangTv, #TvnyaorangKetapang dan lain lain.

Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ketapang, Drs Nugroho Widyo Sistanto M.Si mendukung langkah positip kelompok masyarakat untuk berbuat dalam pembangunan. Menurutnya, sekiranya arah dan tujuan manajemen KetapangTv ini adalah membentuk sebuah lembaga penyiara, maka tentunya Penyiaran dinilai sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat social. Dalam pelaksanaannya entunya menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagaimana menjadi landasan keberadaan UU Penyiaran Nomor 32 tahun 2002. Plt Kadis Kominfo Ketapang juga menjelaskan jenis dan bentuk lembaga penyiaran, termasuk persyaratan dan perizinannya. Aturan main yang dibuat pemerintah khususnya lembaga penyiaran yang menggunakan kanal prekwensi, maupun tv kabel tentunya untuk mencegah monopoli kepemilikan dan mendukung persaingan yang sehat di bidang penyiaran. Demikian juga mendorong peningkatan kemampuan perekonomian rakyat, mewujudkan pemerataan, dan memperkuat daya saing bangsa dalam era globalisasi. Termasuk memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggung jawab dan memajukan kebudayaan nasional.

“Kalau persyaratan untuk mendirikan lembaga penyiaran, tentunya menjadi kewenangan Komisi Penyiaran, bisa saja dikoordinasikan dengan teman-teman di Komisi Penyiaran, intinya Dinas Kominfo Ketapang mendukung,” tegas Plt Kadis Kominfo Kabupaten Ketapang, Drs Nugroho Widyo Sistanto M.Si.

Selanjutnya Kabid Komunikasi Publik, Maryanto S.Ap, ME juga mendukung langkah adanya kreatifitas kelompok masyarakat yang melakukan upaya membuat film maupun rencana mendirikan sebuah media penyiaran. Ini dianggapnya sebagai mitra dalam memberikan wawasan kepada masyarakat.

Ditambahkan Kabid Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Ketapang, Muhammad Zuhri S.Kom, MH bahwa jika kedepan ada rencana mendirikan lembaga penyiaran, maka salah satu refenrensi dalam pengurusan izin adalah Peraturan Menteri Kominfo No.18 tahun 2016. Melalui proses pelayanan perizinan penyiaran baru ini akan lebih cepat dan transparan.Mengurus perizinan melalui perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan untuk pelayanan yang cepat dan transparan. Melalui Permen tersebut  kepastian soal waktu proses pelayanan mulai dari pendaftaran hingga terbit izin tetapnya, karena proses perizinan dilakkan dengan aplikasi sehingga semakin memudahkan pemohon untuk dapat memantau tahapan perizinan.

Diskusi mengalir dengan hangat tambahan dari Kasi Pemanfaatan Penyebaran dan Pengawasan Telematika Dinas Kominfo Kabupaten Ketapang, terkait denngan kegiatan Youtuber membuat film dan konsekuensinya jika memerlukan izin usaha. Pembuatan film tentunya tidak lepas dari UU Perfliman . Film merupakan karya seni budaya yang merupakan pranata sosial dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan.  Kegiatan yang berhubungan dengan perfilman, tentunya tidak mengabaikan Permendikbud 39/2017 tentang Pendaftaran Usaha dan Permohonan Izin Perfilman. Tanda Daftar Usaha Perfilman (TDUP) merupakan surat tanda pengesahan yang dikeluarkan oleh Menteri yang diberikan kepada pelaku usaha pembuatan film, pelaku usaha jasa teknik film, atau pelaku usaha pengarsipan film yang telah melakukan pendaftaran usaha perfilman. Karena itu, beraktivitas sebagai filmmaker, youtuber, dan vlogger termasuk dalam kategori sebagai pembuat film, maka dapat mengajukan TDUP kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melalui unit yang menyelenggarakan fungsi di bidang pengembangan perfilman. Untuk lebih jelas mengenai Permendikbud 39/2017, maka disarankan dapat dikoordinasikan ke instansi yang menangani urusan kebudayaan. Berbagai masukan yang disampaikan diterima secara positip dari Manajemen KetapangTV.@