Presiden: Pandemi Momentum Kokohkan Kekuatan Bangsa

Pelantikan 750 calon perwira remaja (capaja) TNI dan Polri tahun 2020 dilakukan dengan cara yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 mengharuskan para capaja tersebut mengikuti prosesi acara melalui konferensi video dengan hanya menghadirkan secara langsung sejumlah perwakilan di Istana Negara.

Dalam amanatnya, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pandemi yang melanda 215 negara di dunia memang menghasilkan dampak yang tak kecil di sektor kesehatan dan ekonomi negara. Namun, sebagai bangsa pejuang, kita tidak boleh menyerah.

“Sebagai bangsa pejuang kita tidak boleh menyerah. Kita bukan hanya harus mampu mengatasi permasalahan akibat pandemi, tetapi kita harus memanfaatkan pandemi ini untuk memperkokoh kekuatan bangsa dan melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/07/2020). 

Menurutnya, Indonesia tak hanya harus mampu mengatasi persoalan pandemi yang tengah dihadapi, tetapi juga bagaimana menjadikan pandemi tersebut sebagai tonggak meningkatnya kepedulian dan kegotongroyongan bangsa Indonesia. Harapannya, selepas pandemi ini bangsa Indonesia dapat memperbaiki cara kerja dan melesatkan pengembangan teknologi dan industrinya.

“Krisis akibat pandemi Covid bisa memperkokoh kepedulian dan kegotongroyongan, persatuan dan kebersamaan, dan mempercepat upaya untuk memperbaiki cara kerja kita, juga pengembangan teknologi dan industri kita,” kata Presiden.

Oleh karena itu, Kepala Negara mengingatkan kepada para perwira remaja yang baru saja dilantik agar turut serta berpartisipasi menyelesaikan krisis pandemi dan menjadikannya pengalaman untuk memperkokoh kebersamaan dan Pancasila.

“Saya berpesan kepada saudara-saudara untuk ikut berpartisipasi dalam rangka menyelesaikan krisis dan belajar dari krisis ini untuk ikut serta memperkokoh kebersamaan yang berlandaskan Pancasila dalam rangka meraih lompatan kemajuan,” tandasnya.

Lantik 750 Perwira

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara dalam Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri tahun 2020 yang bertempat di Istana Negara, Jakarta. Presiden dalam kesempatan tersebut melantik dan mengambil sumpah para calon perwira remaja (capaja) yang berjumlah 750 orang dari matra TNI dan Kepolisian.

Pengambilan sumpah tersebut secara simbolis diwakili oleh empat perwira menurut agama yang dianut, yakni Yusuf Hanafi (Akademi Militer) sebagai perwakilan beragama Islam, Yohana Bernadeta Winda Sekar Ayu Armanda (Akademi Angkatan Laut) sebagai perwakilan beragama Katolik, Maichel Triantonov (Akademi Angkatan Udara) perwakilan beragama Protestan, dan Luh Ayu Gitavira Sarasvati (Akademi Kepolisian) sebagai perwakilan beragama Hindu.

“Bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknya terhadap bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,” ujar Presiden mendiktekan sumpah perwira TNI dan Polri.

Para perwira yang dilantik oleh Presiden itu terdiri atas 457 perwira dari TNI dan 293 perwira dari Polri. Pelantikan para perwira dari Akademi TNI itu didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 55 TNI Tahun 2020. Sementara itu, para perwira yang berasal dari Akademi Kepolisian dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 56 Polri Tahun 2020.

Sebagian besar dari para perwira tersebut mengikuti jalannya prosesi acara melalui konferensi video di masing-masing akademi angkatan dan kepolisian sebagai bagian dari kepatuhan terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi.

Dalam acara tersebut, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto turut membacakan peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik) dari masing-masing akademi, yakni Angga Andhika Yudha (Akmil), Rizqy Zealand Djuhaeri (AAL), Juanda Siregar (AAU), dan Ivan Pradipta Mahadika (Akpol) yang keempatnya juga hadir secara langsung di Istana Negara.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah undangan terbatas di antaranya Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Selain itu, hadir pula Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo, Danjen Akademi TNI Letjen Bambang Suswantono, dan Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto.**

Sumber: Kominfo.go.id