Sekda Ketapang Buka Pembinaan dan Pemberdayaan KIM Tahun 2020

Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Bidang Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kab Ketapang melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ruang rapat utama Kantor Bupati Ketapang (Selasa, 11 Agustus 2020) pagi. Kegiatan dibuka Sekda Ketapang, H.Farhan SE, M.Si dan dilakukan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku di masa new Normal.

Sosialisasi pembinaan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Ketapang tahun 2020 dengan tema “Terwujudnya Masyarakat yang Cerdas, Aktual, Kreatif, dan Paham Teknologi Informasi

Dikatakan Sekda, KIM Kabupaten Ketapang dibentuk pada tahun 2018, berdasarkan Keputusan Bupati Ketapang nomor 470/kominfo-b/2018 tentang pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat se-Kabupaten Ketapang. Saat ini telah terbentuk 19 kelompok di 4 Kecamatan di Kabupaten Ketapang.

Pembentukannya kelompok ini dibentuk dan dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat yang berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat.Sebagai mitra pemerintah daerah, KIM bisa berperan dalam menyebarluaskan informasi di tingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan. KIM juga bisa menjadi penampung aspirasi masyarakat Desa, kemudian penghubung informasi antar Kecamatan, antar Desa dan antar Kelurahan.

“Dengan terbentuknya KIM diharapkan akses informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat kian terbuka dan mudah” harap Sekda.

Kepada kelompok informasi masyarakat yang sudah terbentuk Sekda berharap agar dapat menggunakan fasilitas-fasilitas yang telah di sediakan oleh pemerintah, seperti fasilitas dari diskominfo yaitu aplikasi layanan publik Enggang yang akan menjangkau masyarakat lebih besar dan banyak. sehingga informasi-informasi akan tersebar lebih aktif dan efektif.

Mantan Kepala Bappeda Ketapang mengatakan pada tahun 2021 presiden Joko Widodo mencanangkan Indonesia kearah transformasi digital, kelompok informasi masyarakat diharapkan mampu bersaing dan turut serta dalam proses tersebut, bukan cuma menjadi penonton namun juga sebagai penggerak utama.

sebagai ilustrasi bahwa KIM dijalankan dengan maksud mewujudkan masyarakat yang aktif dan peka akan informasi, serta menciptakan jaringan informasi media komunikasi dua arah dengan menghubungkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya agar bisa saling memberdayakan, salah satunya dalam mengumpulkan, mengelola dan menyebarkan informasi. Melalui KIM, masyarakat diberdayakan guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingannya sendiri dan untuk kepentingan kebijakan pemerintah dalam melanjutkan informasi pembangunan agar tidak terjadi kesenjangan informasi.

Adapun fungsi dari KIM adalah sebagai berikut :

1. Sebagai wahana informasi antar anggota KIM, dari KIM kepada pemerintah dan dari pemerintah kepada masyarakat.

2. Sebagai mitra dialog dengan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik.

3. Sarana peningkatan literasi anggota KIM dan masyarakat di bidang informasi dan media massa, dan

4. Sebagai lembaga yang memiliki nilai ekonomi.**